Ilustrasi Gambar I mam Syafi’i menjelang wafat telah melihat sekelilingnya, seraya berkata kepada murid-muridnya, “Jika aku meninggal, pergilah kalian kepada wali (penguasa), dan mintalah kepadanya agar mau memandikanku.” Kemudian sepupunya berkata, “Kami akan turun sebentar untuk salat.” Imam Syafi’i menjawab, “Pergilah dan setelah itu duduklah di sini menunggu keluarnya ruhku.” Imam Syafi’i wafat pada malam Jum’at menjelang subuh hari terakhir bulan Rajab tahun 204 hijriyyah atau tahun 809 miladiyyah di usia 52 tahun. Imam Syafi’i Ra memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi. Dia seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi’i. Imam Syafi’i juga tergolong kerabat dari Rasulullah Saw, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Nabi Muhammad Saw. Saat usia 13 tahun, Imam Syafi’i dikirim ibunya pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu,...