Nur Muhammad sebagai Inti Dari Kemanusiaan. Dalam post kali ini saya hanya ingin membahas Nur Muhammad dalam perspektif kemanusiaan dalam dunia sufi. Jauh sebelum badan ini ada, jauh sebelum makhluk tercipta, juga semesta ini terbentuk, yang ada hanyalah Dia, Belum ada apa pun selain Dia. (Huwa Bagi makhluk, Ana Bagi-Nya). Keadaan ini dinamakan Zaman Azali dimana Tuhan adalah Dzat Suci yang Berdiri Sendiri. Tak ada yang lain selain Diri-Nya. Dia rindu untuk dikenal, namun siapa yang akan mengenal-Nya karena tidak ada yang lain selain Diri-Nya. Lalu Tuhan berkehendak menciptakan makhluk agar Diri-Nya dikenal oleh makhluk tersebut. Didalam Hadits Qudsi disebutkan. "Kuntu kanzan makhfiyyan, fa ahbabtu an u'raf. Fa khalaqtu al-khalqa li kai u'raf” Artinya: Aku laksana perbendaharaan yang tersembunyi, lalu Aku ingin supaya diketahui, maka kujadikanlah makhluk, maka dengan adanya (ciptaan-Ku) itulah mereka mengetahui-Ku. Tuhan hendak menciptakan makhluk...