SYAIKH ABDUL QADIR JAILANI : “Aku adalah Mawar di antara para wali-waliNya”. “Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi Mawar Merah yang berkilauan ( QS. Ar-Rahman: 37). Bunga Mawar adalah lambang ketinggian spiritual yang sempurna bagi perjalan untuk mencapai nilai-nilai kerohanian yang dalam bagi diri seseorang. Bunga Mawar adalah gambaran ketinggian suatu kerendahan. Sebagaimana tertulis dalam syair nadzom Ar-Rifâiyyah : Lâ tahtun bilâ fauqin walâ fauqin bilâ tahtin Wa baina humâ bilâ qaibi Hu Allâh Allâh Allâh. Tiada bawah tanpa atas, tiada atas tanpa bawah Dan diantara keduanya tanpa qaib. Dialah Allâh Allâh Allâh. Mawar telah menjadi puncak perlambangan spiritual bagi hampir semua sufi dan para wali Allâh, khususnya Shâhibul Mawar, Tuan Syaikh Abdul Qâdir Al-Jailâni RA. Dalam sebuah kisahnya, pada saat Syaikh Abdul Qâdir Al-Jailâni RA. hendak masuk ke kota Bagdad di masa perpindahannya , setibanya beliau di perbatasan kota Bagdad, beliau didatangi...