Materi yang dijabarkan disini di jelaskan berdasarkan kepada kaedah-kaedah pengajian secara hakekat dan makrifat semata-mata, jaganlah di banding-bandingkan dengan konteks pemahaman secara syariat karena maklumat pengajian sangat berbeda. Syahadat adalah merupakan rukun islam yang pertama, dimana seseorang yang ingin menjadikan Islam sebagai cara hidupnya haruslah terlebih dahulu mengucapkan dua kalimah Syahadat ini, yaitu : “Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah”. Jadi selama orang itu tidak melafazkan “Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasullah” maka selama itu pula orang itu tidak bisa di golongkan (diiktiraf) sebagai seorang islam. Dalam pengertian syariat dua kalimah syahadat ini adalah : “Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah” diartikan : aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah s.w.t dan aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad s.a.w. itu adalah utusan Allah ...
Habib Umar Yaman Kisahkan Wafatnya Guru Sekumpul Martapura Habib Umar bin Hafidz, Yaman adalah salah satu ulama’ masyhur saat ini. Santri-santrinya tersebar luas di berbagai negara, khususnya di Indonesia. Salah satu santrinya yang masyhur adalah Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa. Keulamaan dan kewalian Habib Umar diakui banyak kalangan, terlebih dalam menjaga bumi Hadramaut sekarang ini. Nama lengkap beliau adalah Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Pendiri dan Pengasuh Pesantren Darul Musthofa di Tarim-Hadramaut Yaman (khusus putera). Isteri beliau bernama Syarifah Nuur al-Haidar, Pengasuh Pesantren Daruz-Zahro (khusus bagi puteri). Suatu saat, Habib Umar mengisahkan kewalian Syaikh Zaini Martapura yang biasa dikenal dengan Guru Sekumpul. “Ketika Syaikh Zaini sudah wafat, aku sering melihat Syaikh Zaini di Zanbal (maqom para auliya di Hadralmoud) mendatangi para auliya, bertemu dengan para auliya, bertatap muka dengan para auliya. Ketika wafatnya Syaikh Zai...
PENGARUH PIKIRAN TERHADAP KEPERCAYAAN MENGATUR WAKTU Seorang pekerja tangguh akan mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Sebab, ia menyadari bahwa waktu adalah organisasi, kekuasaan, ukuran, dan bernilai uang. Pekerja tangguh yang dapat mengatur dan menggunakan waktu dengan baik seperti berhasil menerapkan manajemen waktu. Sala satu cara untuk meningkatkan penggunaan waktu dengan tepat ialah memulai segala kegiatan secara bersamaan dan serempak. Oleh karena itu, anda harus mempunyai keprib adian kuat sebagai modal utama dalam belajar. Pekerja tangguh senantiasa berusaha keras sehingga memiliki kebebasan dalam berekspresi. Dengan demikian, hal tersebut merupakan komponen dasar dari keselarasan antara keinginan dan kebutuhan pandangan mata. Disiplin juga berarti tepat waktu dalam segala hal. Ketika seseorang menuntun dirinya menjadi pekerja yang selalu tepat waktu, maka dengan sendirinya ia telah menunjukkan komitmen dan kesetiaan terhadap perusahaan. Dengan...
Budaya modern sering memberi kita label kreativitas sebagai hadiah alami. Seniman mendapatkan pujian dan diproklamasikan oleh penggemar "Anda sangat berbakat," tapi sejujurnya, bakat tidak ada hubungannya dengan hal itu. Kreativitas adalah keterampilan untuk dipelajari, dipraktekkan, dan dikembangkan, sama seperti yang lain. Main sulap membutuhkan latihan, seperti halnya kita berselancar dilaut, coding, dan mengendarai mobil. Kreativitas tidak berbeda. Semakin Anda menjadikan kreativitas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari Anda, semakin banyak itu akan tumbuh. Jadi bagaimana Anda menjadikan kreativitas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari Anda? Berikut adalah 9 saran - dan coba lakukan? Anda bisa memulai semuanya dalam 10 menit berikutnya : 1. Gambarkan Sesuatu Yang Tidak Berarti Misalkan kita mungkin dulu telah ditegur guru di sekolah agar "berhenti mencoret-coret dinding sekolah," sudah saatnya mencatatnya kembali orat-oret tersebu...
Rahasia Ilmu Laduni Syaikh Abdul Qadir Al - Jailani Ada sebuah pepatah bahasa Arab yang mengatakan ‘Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah.’ Pepatah di atas menunjukkan bahwa selain memiliki kewajiban mencari ilmu, seseorang dituntut pula untuk menyebarkan dan mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Mengapa demikian? Karena dengan mengamalkan, hakikatnya secara tersirat ia juga belajar. Dalam Al-Quran, Allah swt memberikan jaminan kepada orang yang mengamalkan ilmunya, dia akan memperoleh ilmu yang tidak tertulis di dalam kertas atau yang sering biasa kita sebut dengan Ilmu Ladunni. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat al-Baqarah ayat 282, “Dan bertakwalah kepada Allah, maka Allah akan memberikan pengajaran kepada kalian, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” Menurut sebagian al-`Arifin (orang yang dekat dan mengenal Allah) tafsiran dari ayat di atas adalah bahwa barang siapa yang menempati maqam takwa, maka dia pantas dan layak menerima warisan ilmu...
Comments
Post a Comment
BERIKAN KOMENTAR ANDA SEUAI TOPI DALAM RANGKA MEMBERIKAN MASUKAN KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ARTIKEL ATAU KONTEN BERIKUT INI : ???